Menjiwakan Asmaul Husna As-Samii'u

Nara Sumber : KH. Asep A. Maoshul Affandy
Salah satu sifat Alloh yang terdapat di dalam Asma’ul Husna yaitu sifat As-Samii’u yang artinya adalah Alloh yang Maha Mendengar. Setiap langkah dan ucapan yang timbul dari lisan ataupun dari hati sanubari, semuanya dapat didengar Alloh. Bisikan hati kita tentunya dapat menimbulkan dua niat, yaitu niat baik dan niat buruk. Keduanya tidak akan lepas dari pendengaran dan disaksikan oleh Alloh sehingga kita tidak dapat menghindari dari-Nya.
Ketika datangnya niat baik dalam hati kita maka Alloh akan mencatatnya sebagai amal kebaikan, tetapi sebaliknya apabila yang datang itu niat jelek maka Alloh tidak akan langsung mencatatnya sebagai amal kejelekan, kecuali apabila niat jelek itu dilakukan sesuai dengan apa yang telah diniatkannya. Oleh karena itu, kita harus waspada dalam mengatur setiap gejolak hati dengan dua cara :

1. Harus bisa menjiwai لا مطلوب الا الله yang artinya; tidak ada yang pantas untuk dilakukan kecuali perintah Alloh. Jadi, selamanya kita harus menunggu perintah dari Alloh, singkirkan perintah nafsu amarah yang mengakibatkan kepada perbuatan maksiyat.

2. Kuatkan iman, bahwa di samping kita ada dua malaikat Roqib dan Atid yang selamanya mencatat perilaku kita.
Alloh berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 80 : “Apakah mereka mengira, bahwa Kami (Alloh) tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

 PENJELASAN : Alloh mengatakan; Kami mempunyai 99 (sembilan puluh sembilan) nama. Panggillah nama Kami sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Di antara rupa-rupa Asma Alloh ada yang dinamakan As-Samii’u yang artinya Alloh Maha Mendengar. Alloh mendengar bukan dengan telinga, sebab Alloh bukan Jirim yang membutuhkan kepada ‘Arodl, tetapi Dzat yang mempunyai Sifat. Oleh karenanya Alloh mendengar dengan sifat Sama’-Nya. Maka tidak ada batasan dan ukuran yakni yang didengar oleh Alloh bukan sekedar suara tetapi bisikan hati pun terdengar, jelas atau tidak, keras atau tidak, semuanya pun didengar Alloh.

Dalam menggunakan peribahasa setiap hari kita harus berhati-hati, jangan ada kata-kata “Suara hati sanubari kita didengar Alloh, apalagi suara yang keluar dari mulut jelas akan lebih terdengar”. Sepintas kalimat ini sepertinya benar, padahal salah besar. Bila mempunyai anggapan seperti itu maka mendengarnya Alloh tidak berbeda dengan makhluq sebab ada bahasa “jelas” dan “lebih jelas” padahal sesungguhnya suara samar, kecil, keras, semuanya sama pada jelasnya dihadapan Alloh.

Kita sebagai manusia yang beriman harus lebih mawas diri dalam tingkah perilaku sebab semua gerak-gerik anggota badan juga bisikan hati didengar oleh Alloh. Jangan punya anggapan bahwa kita sendirian, tidak ada yang mendengarkan, padahal yaqin bukti ada yang mendengarkan dan ada yang memperhatikan yaitu Alloh. Harus lebih waspada sebab barangkali ada kelakuan jelek yang ditulis oleh utusan Alloh yaitu malaikat Atid.

Firman Alloh surat Az-Zukhruf ayat 80 : “Apakah mereka mengira, bahwa Kami (Alloh) tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

 Supaya pekerjaan atau bisikan hati kita baik maka solusinya kita harus menjiwakan لا مطلوب الا الله Tiada lagi yang harus dijalani kecuali perintah Alloh dalam hati sanubari kita. Yang manfa’atnya tidak akan ada bisikan hati untuk melakukan kejelekan sebab tiada lagi yang kita lakukan kecuali perintah dari Alloh.

Alloh menugaskan dua malaikat yang selamanya mengikuti kita kapan pun, dimana pun, bagaimana pun keadaan kita pasti akan mengikuti kita karena Alloh pun memberi petunjuk kepada kita dengan lafadz إقراء yang artinya “bacalah”. Sedangkan yang harus dibaca ada empat :
1. Tempat
2. Situasi
3. Waktu
4. Siapa
Mudah-mudahan ada manfa’atnya khusus untuk pribadi, umumnya bagi semua ummat muslimin. Begitu pula mari kita pinta kepada Alloh agar kita sebagai manusia mendapatkan Rohmat serta Maghfiroh Alloh SWT. Bisa mawas diri dan lebih berhati-hati dalam gerak-gerik hati sanubari dan melakukan sesuatu sebab dimana pun, bagaimana pun, kapan pun, ada dua malaikat yang diutus Alloh yakni Roqib dan Atid yang selamanya mengikuti kita. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.

Manfaat Dan Madharat Untuk Diri Sendiri

Sumber : KH. Abdul Aziz Affandy
Taat kita tidak ada manfaatnya bagi Alloh. Begitupun maksiat kita tidak ada madaratnya bagi Alloh. Justru sebaliknya manfaat untuk kita dan madarat pun untuk kita. Di antara kemanfaatannya menjadi amal baik untuk bekal di akhirat dan tercipta tatanan hidup kita di dunia. Di antara kemadharatannya yaitu menjadi dosa yang akan menerima siksaan di akhirat serta tiada ketenangan bersama dengan manusia di dunia.

Penjelasan : Para ulama kembali mengajak untuk menggunakan akal pikiran kita, yang dimaksud tiada lain kecuali tumbuh lahirnya sikap positif dalam melaksanakan perintah dan menghindar dari segala larangan Alloh. Hal taat dan maksiat kita sudah pada mengetahuinya bahwa Alloh : "...Sesungguhnya Alloh adalah Dzat yang Maha Kaya (tidak membutuhkan) kepada seluruh alam (makhluq)". QS. Ali Imron 97

Alloh merupakan Dzat Maha Kaya, tidak membutuhkan dan tidak akan terpengaruh oleh makhluq-Nya. Beda dengan seorang makhluq yang kaya raya tapi butuh dan terpengaruh oleh makhluq lainnya.

Alloh mempunyai sifat Irodat (Kehendak), Alloh mempunyai sifat Qudrot (Kuasa) Alloh yang berkehendak dan berkuasa, Alloh yang Maha Kuasa bisa memerintahkan kepada seluruh manusia yang berada di jagat raya untuk bertaqwa kepada-Nya.

Sebagaimana firman-Nya : "Wahai manusia! Kalian semua harus bertaqwa kepada Alloh dengan taqwa yang sesungguhnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam". QS. Ali Imron 102
 Begitu pula Alloh berfirman dalam Al-Baqoroh 21 : Bahwa kita diperintah Alloh untuk menyembah kepada-Nya, harus melaksanakan segala perintah-Nya.
Di sisi lain Alloh Maha Kaya yang sama sakali tidak membutuhkan makhluq-Nya tapi Alloh memerintah kepada kita dalam bentuk-bentuk ibadah, bentuk-bentuk taat yang tidak ada manfaatnya bagi Alloh. Meski seluruh makhluq yang berada di alam dunia beriman kepada Alloh, beribadah kepada Alloh, bertaqwa kepada Alloh, taat kepada Alloh tidak akan menambah Kemuliaan dan Keagungan Alloh, bahkan Alloh yang memberi pahala bagi orang-orang yang taat kepada-Nya. Alloh adalah Dzat Maha Kuasa yang telah menciptakan bumi dan langit beserta isinya memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk menghindari maksiyat.
Di sisi lain Alloh Dzat yang tidak membutuhkan kepada makhluqNya tetapi melarang kepada hambaNya untuk melakukan bentuk-bentuk maksiyat yang padahal tidak ada madharatnya bagi Alloh karena meskipun seluruh makhluq maksiyat, menentang kepada Alloh, sedikitpun takkan mengurangi Kemuliaan dan Keagungan Alloh, tetapi Alloh yang akan memberi adzab bagi orang yang melakukan dosa.

Maka dari sini sangat terlihat orang yang awas mata hatinya, dia mendapatkan manfaat dari taat kepada Alloh untuk dijadikan bekal di akhirat serta terciptanya tatanan kehidupan di dunia, berkumpul damai bersama dengan makhluq, gemah ripah repeh rapih loh jinawi.

 Berbeda dengan orang-orang buta hatinya yang tidak mendapatkan manfaat dari taat kepada Alloh tapi malah membuat kemadharatan bagi dirinya bahkan teman hidupnya adalah melakukan maksiyat yang menimbulkan datangnya adzab Alloh di akhirat, merusak tatanan kehidupan makhluq di dunia, diteundeun di kulon ngiruh, diteundeun di tengah ngubek, diteundeun di wetan ngabendung, dijieun pamikul bengkung, dijieun cemped meped".

Wallohu a'lam bisshowab. Semogalah kita diberi hidayah serta taufiq untuk melakukan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi apa yang telah dilarang Alloh SWT. Aamiin yaa Robbal 'aalamiin.

Dua Golongan Yang Melestarikan Agama

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Dua kelompok manusia termasuk kelompok yang banyak berjasa untuk kelestarian dan penyebaran Agama Islam yaitu kelompok para Mu’allimin para pengajar dan kelompok Muta’allimin para pelajar. Diawali oleh Baginda Rosul pembawa Risalah Agama. Beliau mengajari para shohabatnya, para shohabat mengajari Ummat para Taabiin, para mengajari para Tabiit Taabiin demkianlah selanjutnya muncul banyak para Ulama bersama-sama para santrinya sehingga terus menerus penyebaran dan pemahaman Agama Islam ke berbagai wilayah Dunia. Para Alim Ulama mendapat penghargaan dari Alloh sehingga menjadi pusat pengaduan dan pertanyaan ummat kepadanya sebagaimana firman Alloh SWT فَاسْئَلُوْا اَهْلَ الذِّكْر اٍنْ كُنْتُمْ لاَتَعْلَمُوْنَ Artinya : Bertanyalah kalian kepada Ahli Dzikir apabila kalian tidak mengetahui Demikian para Muta’allimin para santri juga mendapat perhatian Alloh SWT sebagaimana dalam firmannya dalam surat al-Taubah : فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِى الّدِيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذّا رَجَعُوْا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذّرُوْنَ Artinya : Kenapa tidak ada suatu kelompok dari setiap golongan yang pergi untuk mengetahui tentang agama dan supaya memberi peringatan kepada kaum-kaumnya apabila mereka kembali agar supaya mereka berhati-hati. Kita bisa saskikan perkembangan Agama Islam di berbagai pelosok bumi disana banyak pengajian, disana sini orang membaca alquran, mempelajari ajaran Agama Islam. Banyak orang memhami Agama Islam mereka tahu halal dan haram, tahu haq dan bathil, tahu akhlaq mulia dan akhlaq tercela. Wahai para Santri dan para Kyai berbanggalah kalian menjadi kelompok orang yang berjasa akan keutuhan dan kelestarian Agama Islam semoga Kalian mendapat Imbalan kebaikan sebagaimana kebaikan yang telah diperbuat oleh Ummat yang Ilmunya didapat dari perjuangan Kalian, aamiin. Yaa Alloh semoga Engkau menerima segala amal baik mereka, Ampunilah segala kesalahannya dan tempatkanlah mereka pada tempat yang layak, aamiin

Makna Kalimat Toyibah

Jalma anu bakal salamet tina karuguian anu abadi, dimana iman ka Allah SWT sareng amal sholeh, nu disebut amal sholeh nyaeta amalna anu lulus netepan kana aturan agama. Nu amal sholeh eta jalma anu ngamalkeun kana kalimah toyyibah, nyaeta : Dikawitan ku ngayakinkeun yen sagala perkara murni tapak damel Allah SWT, khususna nu patali jeung diri, kaayaan waktu sareng tingkah barina kedah ngucapkeun لااله الاالله لا موجودالاالله. . Ngayakinkeun teu aya anu haq disembah salianti dzat Allah, sarta kajadian nu karandapan dijadikeun bakti ka Allah SWT bari ikrar letahna لااله الاالله لامعبود لاالله. Ngayakinkeun yen teu aya anu haq digugu parentahna sareng ditinggalkeun larangannana balik ngusahakeun supaya amalna murni karana parentah Allah atawa netepan akur sareng ajaran Allah SWT, bari ikrar letahna ku lafadلااله الاالله لا مطلوب الاالله . Ngaikhlaskeun amalna wungkul tujuan hoyong karidhoan ti Allah Subhanahu wata’alaa. Tur ikrar ku ngucapkeun لااله الاالله لا مقصود الاالله . Lamun tos lempeng hatena kana anu 4 eta prak ngawitan bari menta tulung ka Allah tur pasrah kana papasten kaputusan Allah SWT.

Beberapa Perbuatan yang Menghilangkan Amal Seseorang

Menurut kitab karangan Imam Nawawi “Nashoihul Ibad” diterangkan beberapa perbuatan yang menghilangkan amal/pahala seseorang ,jadi marilah kita instropeksi diri. Orang yang sibuk mencari kecacatan orang lain , kurang lebih artinya orang yang suka mencari kesalahan orang lain seperti gosipin seseorang. dsb Orang yang tidak punya malu , kurang lebih penjabaranya orang yang tidak malu melakukan maksiat , tidak menutup aurot , baik itu laki-laki maupun perempuan.dsb Orang yang berangan-angan panjang , kurang lebih penjabaranya orang yang terlena dengan kehidupan dunia sehingga dia berfikir akan hidup abadi

Orang Yang Merasa Beriman Padahal Dia Tidak Beriman

Menurut kitab karangan Imam Nawawi “Nashoihul Ibad” diterangkan beberapa Orang Yang Merasa Beriman Padahal Dia Kafir ini kategorinya Orang yang sengaja membunuh muslimin/kafir zimmi tanpa ada alasan yang benar menurut agama Tukang sihir Orang yang tidak malu / tidak punya rasa cemburu Cemburu tidak karena Alloh SWT Angkuh dalam peperangan Sombong karena sedekah Dalam peradilan orang yang benar disalahkan Orang yang tidak bisa menjaga istrinya Orang yang kaya dan sudah cukup melaksanakan ibadah haji tetapi tidak mau melaksanakannya Menjual senjata kepada ahli perang Bersetubuh lewat dubur Nikah dengan mahrom

Perbuatan yang di benci Alloh S.W.T

Inilah Perbuatan Yang dibenci Alloh SWT Menurut kitab karangan Imam Nawawi “Nashoihul Ibad” diterangkan beberapa Perbuatan Yang dibenci Alloh SWT Orang kaya yang pelit/bakhil Orang miskin yang sombong Orang yang mempunyai sifat ujub/ orang yang merasa baik sendiri dan suka merendahkan orang lain Ulama yang tama’ Anak muda yang malas melebihi batas (beribadahnya) Prajurit yang takut Orang zakat yang ujub Alim ulama yang sombong Semoga kita tidak termasuk orang2 dengan kriteria diatas. aaaamiin.